Inspiratif! Pelajar Asal Pontianak Raih Penghargaan Internasional Lewat Inovasi Bisnis Sosial di Singapura
Nathan Alexandro Tjhe, pelajar berprestasi asal Pontianak, Kalimantan Barat, membuktikan bahwa inovasi nya mampu memberikan dampak yang nyata antar negara. Melalui gerakan “Peduli Initiative”, Nathan berhasil menggabungkan strategi bisnis dengan misi sosial untuk membantu Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura serta masyarakat di tanah air.
Nathan, yang kini menempuh pendidikan di ACS (International) Singapore, memulai perjalanannya dengan adaptasi luar biasa di tengah pandemi tahun 2022. Tak hanya cemerlang secara akademik dengan raihan IGCSE Distinction Award, ia juga menonjol di bidang kewirausahaan melalui produk “Snug & Stitch”—pakaian bayi adaptif yang dirancang untuk mengurangi limbah tekstil. Inovasi ini menyabet gelar Best Overall pada kompetisi Prudential Young Trailblazers.
Keberhasilan bisnisnya menjadi batu loncatan bagi lahirnya Peduli Initiative. Gerakan berbasis pelajar ini mengumpulkan dan menjual barang bekas layak pakai sebagai sumber pendanaan mandiri. Keuntungan yang didapat kemudian disalurkan kembali dalam bentuk program CSR bagi para PMI di Singapura.
“Saya melihat bisnis tidak hanya sebagai alat mencari keuntungan, tetapi cara menciptakan dampak berkelanjutan. Ketika sistemnya berjalan, manfaatnya bisa terus dirasakan banyak orang,” ujar Nathan.
Program ini telah melibatkan lebih dari 100 PMI dalam berbagai aktivitas komunitas, mulai dari interaksi sosial hingga distribusi paket kebutuhan pokok. Tak berhenti di Singapura, Peduli Initiative juga melebarkan sayap ke Indonesia dengan menyalurkan bantuan ke panti asuhan di Pontianak dan Kubu Raya, serta korban bencana alam di Aceh.
Dampak positif yang konsisten membawa Peduli Initiative meraih hibah International Baccalaureate Global Youth Action Fund sebesar US$2.500 (sekitar Rp43 juta). Proyek ini terpilih dari 1.100 pendaftar di 40 negara, sekaligus menjadi proyek pertama dari sekolahnya yang menerima pendanaan bergengsi tersebut.
Atas dedikasinya, Nathan juga terpilih sebagai salah satu dari 60 Pemimpin Muda Terbaik oleh Kementerian Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura (MCCY). Prestasi Nathan menjadi potret nyata bahwa generasi muda Indonesia mampu menjadi motor perubahan global yang solutif dan berkelanjutan.(*)