Puluhan Tahun Nabung Hasil Jual Cilok, Nenek 85 Tahun Akhirnya Naik Haji
Seorang nenek penjual kudapan cilok asal Kota Pasuruan, Jawa Timur, akhirnya dapat mewujudkan impian seumur hidupnya untuk menunaikan ibadah haji.
Setelah lebih dari setengah abad tekun menabung dari hasil berjualan, nenek berusia delapan puluh lima tahun ini kini telah tiba di Asrama Haji Surabaya bersama putri bungsunya.
Perjuangan panjang dilalui Mislicha Kasib, seorang penjual cilok asal Kelurahan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.
Lebih dari lima puluh tahun berjualan, nenek berusia delapan puluh lima tahun yang telah memiliki dua puluh dua cucu ini dengan sabar menyisihkan sebagian keuntungannya setiap hari.
Meski penghasilan terbatas, ia rutin menabung senilai sepuluh ribu hingga dua puluh lima ribu rupiah, serta mengikuti arisan di lingkungan tempat tinggalnya.
Pada tahun dua ribu tujuh belas lalu, berkat keteguhan hati, ia resmi mendaftarkan diri ke Baitullah.
Kini, penantian panjang tersebut berbuah manis. Mislicha Kasib telah tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dan tergabung dalam Kloter Sepuluh Embarkasi Surabaya.
Meski sudah berusia senja, fisiknya terlihat tetap bugar, yang ia akui berkat aktivitas hariannya mendorong gerobak cilok keliling kampung.
Dalam musim haji tahun dua ribu dua puluh enam ini, Mislicha Kasib tercatat sebagai calon jemaah haji tertua dari Kota Pasuruan.
Keberangkatannya ke Tanah Suci akan didampingi oleh anak bungsunya, Mariatul Qibtiyah. Kisah sang nenek menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang jika disertai dengan ikhtiar dan doa yang tak terputus.