Tampil Dominan, Richie Duta dan Ganda Putra Anyar Indonesia Melenggang di GOR Terpadu A Yani
FOTO: Pebulutangkis Indonesia Richie Duta Richardo sukses raih kemenangan di ajang Polytron Pontianak International Challenge 2026. (Ist.)
Pontianak — Pebulutangkis tunggal putra unggulan kedua Indonesia, Richie Duta Richardo, sukses mengawali langkahnya di ajang Polytron Pontianak International Challenge 2026 dengan kemenangan telak.
Berlaga di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Rabu, 26 Agustus 2026, Richie menyingkirkan wakil Malaysia, Jack Jin Zhe Huong.
Ia menyegel kemenangan dua gim langsung dengan skor identik 21-9, 21-9. Meski menang mudah di babak 64 besar, Richie tetap menaruh kewaspadaan tinggi terhadap ketatnya peta persaingan di turnamen berlevel internasional ini.
“Pertandingan hari ini cukup baik, bisa tampil maksimal dan keluar tanpa beban walaupun baru pertama kali turun. Adaptasi masih terus dilakukan, dari kondisi angin dan lain-lain,” ujar Richie.
Ia menambahkan bahwa kondisi teknis di dalam arena cukup mendukung akurasi pukulannya.
“Beruntung hembusan angin di lapangan normal jadi saya bisa lebih presisi dalam menggunakan pukulan,” tambahnya.
Terkait persaingan, Richie menilai kekuatan lawan dari mancanegara tidak bisa dipandang sebelah mata meski banyak yang bukan pemain unggulan.
“Persaingan di International Challenge kali ini selain pemain Indonesia, banyak juga pemain luar yang turun. Walau banyak dari mereka yang tidak diunggulkan tapi saya merasa kekuatannya bisa menyaingi,” jelasnya.
Ia pun memasang target maksimal untuk bisa naik ke podium tertinggi di Pontianak. “Harapan di sini yang penting bisa main semaksimal dan sebagus mungkin dulu, Kalau untuk hasil pasti pengennya juara,” tegas Richie.
Hasil positif juga diraih oleh pasangan baru ganda putra Indonesia, Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan.
Tampil untuk pertama kalinya sebagai pasangan duet, mereka langsung melaju ke babak 16 besar usai menundukkan wakil Chinese Taipei, Chiang Chien-Wei/Yu Shiang Chou.
Ganda putra asal Chinese Taipei tersebut ditumbangkan dua gim langsung dengan skor 23-21 dan 21-16.
Wahyu Agung Prasetyo mengungkapkan bahwa chemistry yang kuat di luar lapangan menjadi salah satu kunci kompaknya permainan mereka.
“Selain karena persiapan latihan yang panjang, kami dekat di luar lapangan, kami di asrama satu kamar sejak sebelum berpasangan,” kata Wahyu.
Mengenai jalannya pertandingan, Wahyu menguraikan evaluasi permainan mereka yang sempat diwarnai kejar-kejaran poin pada gim pertama.
“Ke pertandingan hari ini, di gim pertama kami banyak mati sendiri. Sudah unggul, terkejar bahkan tersusul tapi di akhir kami bisa lebih tenang. Di gim kedua sudah bisa lebih kontrol permainan,” paparnya.
Guna menghadapi laga selanjutnya, pasangan ganda putra ini berkomitmen untuk memperkuat fokus sejak awal gim.
“Ke depan kami harus meningkatkan fokus, jaga konsistensi dan start poin-nya harus bagus,” tutup Wahyu.***