Demam Bulu Tangkis di Pontianak, Tiket Indonesia Masters Super 100 Ludes Diburu Penonton
FOTO: Panitia dan pebulutangksi Indonesia usai konfrensi pers di Aston Hotel Pontianak, Senin (31/8) kemarin. (Dok.)
Pontianak — Demam bulu tangkis di Kota Pontianak tak kunjung reda, malah justru kian membara.
Setelah sukses menggelar ajang International Challenge, kota ini kembali bersiap menyambut turnamen dengan level lebih tinggi, Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100.
Turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian BWF World Tour Super 100 tersebut berlangsung pada 1–6 September 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak.
Bukan hanya deretan pemain top yang menjadi perhatian, pergerakan penjualan tiket pertandingan justru memperlihatkan tingginya minat warga.
Tiket pertandingan yang semula diperkirakan baru habis menjelang akhir pekan, ternyata sudah ludes terjual (sold out) sejak hari Jumat.
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100, Yuni Kartika, menyambut gembira perkembangan tersebut sebagai sinyal positif bagi dunia olahraga daerah.
“Kita sangat bergembira dengan Kota Pontianak karena suksesnya semua penyelenggaraan, prestasi sukses, kemudian antusias masyarakat luar biasa. BWF sendiri mengapresiasi bagaimana kejuaraan ini berjalan di Pontianak,” ujar Yuni saat konferensi pers pada Senin, 31 Agustus 2026 kemarin.
Menurut Yuni, jika pada turnamen sebelumnya tiket baru habis di akhir pekan, kini tiket sudah terjual habis sejak Jumat.
“Kalau tadinya tiket sold out hanya Sabtu-Minggu, sekarang dari Jumat pun sudah sold out. Kita melihat sangat menggembirakan,” katanya.
Tingginya permintaan membuat panitia menghadapi keterbatasan kapasitas kursi di dalam GOR.
Guna mengantisipasi penumpukan antrean penonton, panitia berencana mengevaluasi mekanisme penjualan dengan membuka ticket box lebih awal.
“Kita akan membuka ticket box lebih awal lagi supaya antreannya kalau seumpamanya habis, ya sudah berhenti,” jelas Yuni.
Di tengah ancaman kabut asap yang menyelimuti Pontianak, panitia memastikan perjalanan dan kedatangan para pemain dari luar daerah berjalan lancar tanpa hambatan penerbangan.
Sejumlah pemain papan atas Indonesia, termasuk tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan ganda putra Muhammad Rian Ardianto, siap berlaga di turnamen bertabur poin BWF ini.
Anthony Ginting memastikan kondisi fisiknya dalam keadaan prima dan siap memberikan penampilan terbaik sejak laga perdana.
“Persiapan sampai hari ini berjalan dengan baik, dari segi kesehatan, cedera dan segala macam tidak ada hambatan dan halangan,” ujar Ginting.
Ginting juga mengaku terkesan dengan riuhnya dukungan penonton saat berlaga di ibu kota Kalimantan Barat ini.
“Atmosfernya sangat bagus. Antusiasmenya juga luar biasa,” kata Ginting.
Senada dengan Ginting, pemain ganda putra Muhammad Rian Ardianto turut merasakan langsung dampak positif dari melimpahnya dukungan warga Pontianak dari atas tribun.
“Antusiasme warga Pontianak ini sangat luar biasa. Dari hari pertama sampai kemarin saya main di semifinal, penontonnya banyak sekali,” ujar Rian.
Menurut Rian, kehadiran ribuan penonton menjadi suntikan dorongan moral yang sangat berarti bagi skuad Merah Putih.
“Banyak juga yang mendukung pemain Indonesia, yang bikin energi pemain lebih semangat dan lebih termotivasi,” pungkasnya.***