OTT Kasus Suap Audit BPK, Direktur Perumdam Tirta Bengkayang dan Oknum Auditor Ditangkap
FOTO: Ditreskrimsus Polda Kalbar meng-OTT Direktur Perumdam Tirta Bengkayang Herri dan oknum auditor BPK Kalbar berinisial DN dengan barang bukti Rp400 juta. (Ist.)
Pontianak — Subdit III (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat resmi membenarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjaring Direktur Perumdam Tirta Bengkayang, Herri, serta seorang oknum auditor BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat.
Kepastian penindakan kasus dugaan korupsi dan suap tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, pada Jumat siang, 2 Oktober 2026.
Operasi senyap tersebut dilancarkan saat para pihak berada di dalam sebuah mobil yang terparkir di halaman kafe kawasan Jalan D.I. Panjaitan, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, pada Rabu dini hari, 30 September 2026 sekitar pukul 02.00 WIB.
“Benar ada penyidik dari Subdit Tiga Ditreskrimsus Polda Kalbar melakukan kegiatan penyelidikan secara tertutup. Dari hasil penyelidikan, itu terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi,” kata Kombes Pol Bambang Suharyono.
Dalam tangkap tangan tersebut, polisi membekuk Herri bersama seorang wanita berinisial DN yang merupakan petugas auditor BPK RI Perwakilan Kalbar.
Diduga kuat, transaksi gelap bernilai ratusan juta rupiah tersebut merupakan bentuk suap atau gratifikasi guna memengaruhi hasil laporan audit BPK terhadap BUMD tersebut.
Selain kedua pejabat utama tersebut, tim penyidik turut mengamankan dua orang lainnya untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Sejumlah barang bukti penting berhasil disita dari lokasi penangkapan guna proses penyidikan lebih lanjut.
“Barang bukti itu uang tunai sebesar Rp400 juta, satu unit mobil Avanza hitam, satu unit mobil Toyota Rush warna putih, satu unit laptop warna silver, dan handphone yang digunakan oleh para pihak,” ungkap Kombes Pol Bambang.
Terungkapnya kasus dugaan suap di tubuh perusahaaan air minum daerah ini memicu gelombang kekecewaan dan kemarahan dari warga pelanggan di Kabupaten Bengkayang.
Salah seorang warga Bengkayang, Herma Wati Marsel, meluapkan keluhannya di media sosial terkait krisis distribusi air bersih di kawasan Jalan Sekip Lama, Kelurahan Bumi Emas, yang tak kunjung teratasi hingga dua bulan.
“Buat PDAM Bengkayang kalo air di BTN Kami Ndak ngalir-ngalir hampir 2 bulan. Udah di laporkan hampir tiap hari tapi di abaikan dengan dalil cari solusi. Kemarin2 Terbantukan ada keran umum selama kemarau. Udah seminggu lebih Keran air umum di lepaskan karena menurut mereka tekanan air riam Budi sudah bisa retribusi. Tapi nyata nya sampai kini air Ndak ada mengalir di BTN sekip lama,” tulis Herma Wati.
Masyarakat kini mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas aliran dana serta keterlibatan pihak-pihak lain dalam skandal korupsi yang mencederai pelayanan publik di Kabupaten Bengkayang tersebut. (Aw/02)