Sekjen AMSI Pusat Maryadi Wafat, Industri Pers Nasional Kehilangan Tokoh Penggerak Bisnis Media
Jakarta — Kabar duka mendalam menyelimuti langit industri pers nasional. Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat, Maryadi, mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Mampang, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/7/2026) pukul 17.30 WIB. Kepergiannya memicu rasa kehilangan yang mendalam bagi seluruh rekan sejawat di tanah air.
Ketua Umum AMSI Nasional, Wahyu Dhyatmika, menyampaikan kabar duka tersebut secara langsung melalui pesan singkat kepada seluruh anggota asosiasi.
“Telah berpulang ke Rahmatullah Sekretaris Jenderal AMSI, Maryadi. Mohon doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tulis Wahyu Dhyatmika.
Maryadi merupakan salah satu tokoh sentral yang menjadi napas panjang bagi upaya merajut ekosistem media digital yang sehat di Indonesia. Sebelum mengemban amanah sebagai Sekjen AMSI Pusat, ia terlebih dahulu berkiprah sebagai Bendahara Umum AMSI untuk periode 2017–2023.
Wahyu Dhyatmika mengenang almarhum sebagai sosok yang bekerja keras dalam kesunyian serta memiliki loyalitas yang sangat tinggi terhadap organisasi.
“Sepanjang hidupnya, almarhum bekerja keras memperkuat organisasi, mendampingi anggota, serta memperjuangkan misi AMSI. Ia paham betul, jurnalisme berkualitas hanya tumbuh bila ditopang perusahaan media yang independen,” kenang Wahyu Dhyatmika.
Akar perjalanan intelektual dan jurnalistik Maryadi tertanam kuat di Kalimantan Barat. Ia merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura (Untan) angkatan 1995. Semasa kuliah, ia aktif sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sekaligus menjadi penggerak di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mimbar Untan.
Rentang karier kepenulisannya dimulai dari bawah sebagai reporter di Harian Suaka Pontianak, kemudian berlanjut menjadi stringer di kantor berita internasional Associated Press, editor di detik.com, hingga akhirnya dipercaya memuncaki posisi sebagai Pemimpin Redaksi VIVA Network.
Tidak hanya matang di ruang redaksi, Maryadi juga dikenal piawai dalam memformulasikan strategi bisnis media digital. Kemampuan langka ini membawanya dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Direktur Bisnis di berbagai media ternama seperti Katadata, Nusantara TV, Kabar Bursa, hingga Tutur.co.id.
Ketua Bidang Organisasi AMSI Kalbar, Rolf Korah, menuturkan kembali petuah berharga yang pernah disampaikan almarhum saat mereka sedang berdiskusi ringan sembari menikmati kopi di Kota Pontianak.
“Almarhum berpesan, jangan pernah lelah mengembangkan media. Bangun relasi, jual produk unggulan, dan ciptakan inovasi,” tutur Rolf Korah menirukan wejangan almarhum.
Rasa kehilangan juga diungkapkan oleh Pemimpin Redaksi Suara Pemred, Harry Daya. Di matanya, Maryadi merupakan sosok kolega yang sangat menyenangkan dan memiliki integritas tinggi.
“Sungguh sayang, ia terlalu cepat dipanggil. Padahal, ada agenda besar yang masih menanti sentuhan tangannya,” ujar Harry Daya.
Kini, seluruh dedikasi dan kerja keras tersebut telah usai. Dari hulu perjalanannya di Kota Pontianak hingga hilir kariernya di Ibu Kota Jakarta, Maryadi telah meninggalkan warisan berharga berupa fondasi kelembagaan yang kokoh bagi AMSI serta teladan nyata tentang bagaimana seorang jurnalis berevolusi secara kritis, adaptif, dan setia pada nurani.***