Tingkatkan Keamanan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bakal Digitalisasi Palang Pintu Kereta di Bekasi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana memodernisasi sistem keselamatan transportasi dengan memasang palang pintu perlintasan kereta api digital.
Dengan alokasi anggaran mencapai satu miliar rupiah, inovasi ini diharapkan dapat menghapus praktik penjagaan liar oleh sekelompok orang yang mencari keuntungan pribadi, sekaligus menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
Maraknya perlintasan kereta api manual yang masih dijaga oleh warga sipil demi imbalan uang menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Dedi Mulyadi telah memerintahkan Wali Kota Bekasi agar seluruh perlintasan kereta api dijaga oleh petugas resmi.
Tak hanya itu, pria yang akrab disapa KDM ini akan mengganti sistem manual dengan palang pintu digital. Proyek percontohan di Bekasi ini ditargetkan rampung dalam dua minggu ke depan, dengan estimasi anggaran antara lima ratus juta hingga satu miliar rupiah.
Urgensi modernisasi ini didukung oleh data dari Humas Daop 2 Bandung. Tercatat, dari tiga ratus empat puluh dua perlintasan sebidang di wilayahnya, hanya seratus lima belas titik yang dijaga secara resmi.
Sepanjang tahun ini saja, telah terjadi empat insiden kereta api menemper kendaraan, di mana seluruh kejadian berlokasi di perlintasan tidak resmi.
Masyarakat kini diimbau keras untuk tidak menerobos palang pintu yang sudah menutup. Bagi warga yang nekat melanggar, sanksi tegas menanti berupa denda tujuh ratus lima puluh ribu rupiah atau hukuman kurungan selama tiga bulan.