Rayakan Edisi ke-20, Borneo Jazz Festival 2026 Pindah ke Pusat Kota Miri dengan Konsep Baru
FOTO: (Ke empat Dari kiri) Sri Haji Abdul Karim Rahman Hamzah, selaku Menteri Pariwisata, Industri Kreatif dan Seni Pertunjukan Sarawak serta Menteri Pemuda, Olahraga dan Pengembangan Kewirausahaan Sarawak) dalam acara Konferensi Pers Borneo Jazz 2026. (Ist.)
Kuching — Gelaran musik tahunan Borneo Jazz Festival kembali hadir untuk merayakan edisi ke-20 yang dijadwalkan berlangsung pada 4 dan 5 Desember 2026 mendatang.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan, festival musik bergengsi ini akan dipusatkan di jantung kota Miri, Sarawak, dengan Pullman Miri Waterfront sebagai lokasi resminya.
Mengusung tema “Beyond Jazz”, perhelatan edisi 2026 ini menandai babak baru dengan memperluas format dari sekadar konser tradisional menjadi pengalaman festival budaya dan komunitas se-Borneo.
Tiket pertunjukan dijadwalkan mulai dijual secara daring pada tanggal 3 Oktober 2026 pukul 00.00 malam melalui situs resmi Jazzborneo.com.
Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, YB Dato Sri Haji Abdul Karim Rahman Hamzah, menegaskan pentingnya capaian 20 edisi festival ini bagi peta pariwisata daerah.
“Dua puluh edisi merupakan tonggak sejarah yang penting. Hal ini mencerminkan semangat terhadap musik, kreativitas, dan pertukaran budaya yang telah menjaga kelangsungan Borneo Jazz selama bertahun-tahun,” ujar Abdul Karim saat konferensi pers di Kuching pada Kamis, 17 September 2026.
Ia menambahkan, konsep “Beyond Jazz” akan menyatukan partisipasi dari Sarawak, Sabah, Brunei, hingga Indonesia, serta menghadirkan penampil papan atas dari tujuh negara.
Selama dua hari penyelenggaraan, panggung utama di Main Ballroom Pullman Miri Waterfront akan menyajikan 10 pertunjukan yang mencakup genre jazz, R&B kontemporer, hip-hop, musik elektronik, hingga jazz fusion.
Musisi kenamaan asal Indonesia, seperti grup LaidThis Nite serta kolaborasi Matthew Sayersz & Marclesia Karim, dipastikan turut memeriahkan panggung utama.
Selain konser musik, panitia menyediakan area luar ruangan gratis bernama Borneo Jazz Festival Village yang buka pukul 10.00 hingga 22.00 waktu setempat.
Area ramah keluarga ini menghadirkan Paviliun All Borneo, bazar makanan, gerai kerajinan, pertunjukan komunitas, serta pameran dari sponsor utama A&W Malaysia.
Festival ini juga menjalin kolaborasi edukatif dengan program Berklee Asia Rising dari Berklee College of Music untuk menyelenggarakan masterclass dan lokakarya musik.
Rangkaian acara akan ditutup dengan ajang lari santai non-kompetitif Borneo Jazz Fun Run sejauh 5 kilometer di area Pullman Miri Waterfront pada Sabtu pagi, 5 Desember 2026.***