Buntut Video Viral, Gubernur Dedi Mulyadi Beri Sanksi Oknum Guru SMKN 2 Garut
Kasus pemotongan rambut belasan siswi di SMK Negeri 2 Garut yang viral di media sosial mendapat respons tegas dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Menilai tindakan tersebut berlebihan dan tidak manusiawi, pria yang akrab disapa KDM ini memastikan akan menjatuhkan sanksi terhadap oknum guru BK yang bersangkutan.
Selain memberikan sanksi, Gubernur juga turut memfasilitasi para siswi untuk memperbaiki kondisi rambut mereka.
Rekaman video yang memperlihatkan sejumlah siswi SMK Negeri 2 Kabupaten Garut menangis histeris terus menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Dalam video tersebut, para siswi tampak tidak terima usai rambut mereka dipotong paksa saat razia kedisiplinan di sekolah.
Razia tersebut dilakukan karena rambut para siswi dianggap melanggar aturan lantaran diwarnai. Namun, tindakan oknum guru BK tersebut dinilai melampaui batas, terlebih siswi yang mengenakan hijab diminta membuka kerudungnya sebelum akhirnya rambut mereka digunting secara asal.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara tegas menyatakan telah menangani kasus ini secara langsung. Sebagai bentuk tanggung jawab, KDM membawa tujuh belas siswi tersebut ke salon untuk merapikan kembali rambut mereka. Tak hanya itu, sanksi disiplin pun kini tengah disiapkan bagi oknum guru tersebut.
Kasus ini menjadi evaluasi besar bagi dunia pendidikan di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa penegakan disiplin harus tetap menjunjung tinggi etika dan tidak boleh menimbulkan trauma psikologis bagi para siswa.